Sabtu, 25 Februari 2012

TEKNOLOGI PAKAN


PEMANFAATAN KEONG BEKICOT UNTUK
 PAKAN TERNAK


PENDAHULUAN
Dalam perkembangbiakannya Keong bekicot termasuk hewan hermaprodit, ovo dan spermatozoa dibentuk bersama-sama di dalam  ovo testis, tetapi untuk fertilisasi telur-telurnya di perlukan spermatozoa dari Keong bekicot lain karena spermatozoa dari hewan yang sama tidak dapat membuahi telur-telur.

Setiap bertelur seekor Keong bekicot sanggup mengeluarkan sekitar 300 - 500 butir, satu dengan yang lainnya terbungkus lendir dan berderet. Proses penetasan tidak dierami, tetapi menetas secara alamiah setelah 7 - 9 hari keluar dari tubuh induknya menjadi keong-keong  muda.
Pada musim penghujan daya tetas telur Keong bekicot tinggi mencapai 90 persen, sedangkan musim kemarau hanya sekitar 60 - 70 persen. Keong  mulai bertelur sekitar umur 5 - 6 bulan .


















Gambar   Keong Bekicot (Achatina falica)

Penggunaan Keong bekicot sebagai ransum/pakan ternak sudah banyak dilakukan tertama oleh peternak itik, sebagai sumber protein hewani. Penggunaan 15 persen tepung Keong bekicot  pada pakan broiler menghasilkan bobot badan  selama 2 minggu adalah 1,99 kg dengan konversi pakan 2,38, sedangkan penggunaan 15 persen tepung ikan menghasilkan bobot badan 1,87 dengan konversi pakan 2,21 (Bambang, 1979).

BUDIDAYA  KEONG BEKICOT
Menurut Balai Informasi Pertanian Kayu Ambon Lembang cara membudidayakan Keong bekicot adalah sebagai berikut :
•    Lokasi untuk beternak bekicot dipilih tempat yang teduh dan lembab,atau ditempatkan dalam kotak-kotak yang berukuran  4x4 meter dengan tinggi 1 meter, disekeliling bak dibuat parit/selokan yang berisi air dan bagian atas dari kotak ditutup dengan menggunakan Kawat ram dengan bermesh besar.
   
•    Bibit bekicot diambil dari alam ( sekitar areal persawahan, pertanian) dipilih yang besar-besar untuk mempercepat proses perkembangbiakan. Jumlah Keong bekicot setiap bak  berisi 800 - 1000 ekor.
   
•    Makanan yang diberikan berupa limbah pertanian yang mudah didapat seperti daun pisang, daun jagung, rumput, kol, daun pepaya batang pisang dan lain-lain, diberikan setiap seminggu sekali.
•    Bekicot dapat dipanen kurang lebih satu bulan untuk pertamakalinya,kemudian dan seterusnya setiap hari. Apabila diperlukan bekicot dalam jumlah banyak, maka bak yang diperlukan banyak pula.
   
    PEMBUATAN TEPUNG KEONG BEKICOT
    Tepung Keong bekicot  dibuat dengan cara sebagai berikut :
•    Bekicot yang sudah dikumpulkan direbus sekitar 20 menit, maksudnya untuk menghilangkan lendir. Kemudian Keong bekicot yang telah direbus tersebut di Trimming (menghilangkan bagian yang tidak diperlukan) dan dipotong-potong kecil ½ - 1 cm2.
   
•    Selanjutnya dikeringkan menggunakan oven pada temperatur 60 derajat celsius selama 12 jam atau menggunakan sinar mata hari sampai dicapai kadar air      4  - 6 persen.
   
•    Keong bekicot yang sudah kering kemudian ditepungkan dengan  menggunakan mesin penepung/ ditumbuk selanjutnya disaring dengan alat penyaring dengan ukuran 40 - 60 mesh dan dikemas dalam plastik yang berukuran 3 kg.
   
•    Tepung Keong bekicot siap dicampur dengan bahan lain untuk dibuat pakan.

































Gambar  Diagram alir Pembuatan tepung bekicot

TEPUNG KEONG BEKICOT SEBAGAI SUMBER PROTEIN HEWANI   PAKAN ALTERNATIF
Untuk membuat pakan ikan dan ternak maka perlu diperhatikan penyusun pakan tersebut, antara lain :  sumber protein, energi, dan mineral.
Protein merupakan komponen utama dalam menentukan kecepatan pertumbuhan dan produksi ikan dan ternak. Protein yang penting adalah protein hewani yang mengandung asam-asam amino esensial yang dibutuhkan oleh ikan atau hewan ternak dalam komposisi yang berimbang.
Komposisi Asam amino dari tepung bekicot dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :

Tabel 1.  Kandungan Asam amino Tepung Bekicot

ASAM AMINO    Persen    ASAM AMINO    Persen
Lisin    4,35    Arginin    4,88
Histidin    1,43    Asam aspartat    5,98
Treonin    2,16    Glutamat    8,16
 0Serin    2,96    Glisin    3,82
Prolin    2,79    Alanin    3,31
Sistin    0,60    Valin    3,07
Methionin    1,00    Tirosin    2,44
Phenil alanin    2.62       

Pada Tabel 1.  terlihat bahwa tepung Keong bekicot kaya akan kandungan asam amino esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan ikan dan ternak. Karena itu tepung Keong bekicot dapat dimanfaatkan dalam penggunaan pakan ikan dan ternak sebagai sumber protein hewani.
Dalam pembuatan pakan ternak, kegiatan pengolahan bahan pakan  bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi, meningkatkan daya cerna dan memperpanjang masa simpan. Sering juga dilakukan dengan tujuan untuk mengubah limbah pertanian yang kurang berguna menjadi produk yang berdaya guna. Demikian pula dengan keong bekicot yang sebelumnya dianggap hama ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pakan ternak.
Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.
Setiap bahan pakan atau pakan ternak, baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air, mineral, protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Setelah dikonsumsi oleh ternak, setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal.
Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. ekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak , yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan pakan yang sesuai/bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di lapangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar